Bunga Pekak dan Sejarah Perdagangan Rempah

Pada tulisan kali ini saya akan membahas tentang rempah atau herbal yang sangat terkenal bukan hanya di Indonesia bahkan di seluruh dunia, terutama di negara Asia. Nama rempah atau herbal tersebut adalah bunga pekak. Bagi yang suka memasak, bunga pekak pastinya sudah sangat sering didengar, terutama jika ingin memasak daging atau sup. Untuk menngenal lebih jauh tentang bunga pekak, kita harus mengawalinya dengan sejarah bagaimana rempah bisa tersebar ke seluruh dunia.

 

Masa Kolonialisme dan Perdagangan Rempah

Penyebaran rempah Asia ke seluruh penjuru dunia diawali oleh ambisi negara-negara Eropa pada masa kolonialisme. Alasan utama dari didirikannya koloni dan mulainya masa kolonialisme adalah keinginan masyarakat Eropa untuk mendapatkan rempah-rempah dengan harga semurah mungkin. Negara-negara seperti Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda terdorong atas motivasi ekonomi tersebut.

Portugis mempunyai status istimewa sebagai negara Eropa pertama yang mengunjungi Asia melewati jalur yang disebut Cape Route. Jalur tersebut didapat dari memutari benua Afrika dan bagian jalur tersebut dinamakan Cape of Hope atau terkadang hanya the Cape, pada bahasa Indonesia jalur tersebut dinamakan Tanjung Harapan. Status Portugis sebagai pionir membuat pedagang Venesia yang melewati jalur darat kerepotan karena Portugis dapat mencapai Asia lebih cepat dan mengklaim lahan tanpa memiliki kompetitior dari negara Eropa lainnya.

 

cabral voyage 1500.svg

Gambar 1. Cape Route dari Lisbon  ke Asia Melewati Tanjung Harapan (Sumber: en.wikipedia.org)

 

Ekspedisi Portugis melewati Cape route dipimpin oleh Vasco da Gama pada tahun 1495 di bawah pemerintahan Raja Manuel I. Dalam perjalanannya memutari Afrika, Da Gama mengunjungi beberapa kota di Afrika seperti Kilwa, Mombasa, Malindi, dan Calicut. Berlanjut lagi ke tahun 1499, Da Gama telah mencapai Asia dan ia menyadari bahwa saat itu tidak ada pemerintahan di Asia yang mengklaim daerah lautan sehingga Da Gama mengklaim seluruh Samudra Hindia sebagai kepunyaan Kerajaan Portugis. Walau tidak terlalu berhasil namun ekspedisi pertama berhasil membawa rempah seperti kayu manis yang ternyata 26 lebih murah dibandingkan yang dijual di Lisbon, ibu kota Portugis. Sehingga dimulai lagilah ekspedisi kedua di tahun 1455. Karena ambisi ekonominya yang besar, Portugis membuat markas mereka dari Pesisir Timur Afrika hingga Pesisir Barat India yang ditandai dengan bangunan unik Portugis yang bertama feitorias. Daerah kekuasaan Portugis yang luas ini kemudian diberikan nama Estado da India.

 

biografi vasco da gama 446x420

Gambar 2. Vasco de Gama (Sumber: biografiku.com)

 

Terinspirasi dari keuntungan dagang yang didapat Portugis, Belanda mengirimkan ekspedisi pertama mereka untuk mendapatkan rempah-rempah pada tahun 1595 dipimpin oleh Cornelis de Houtman. De Houtman mendarat pertama kali di Banten dan pada tahun 1597 berhasil membawa rempah dengan harga murah ke Amsterdam. Terbukti mampu menghasilkan keutungan ekonomi yang besar, Belanda membuat VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) pada tahun 1602 untuk dapat menyaingi perdagangan rempah yang saat itu didominasi oleh Spanyol dan Portugis.

VOC memilih Batavia atau sekarang  disebut Jakarta sebagai pusat di tahun 1619 dan memulai penjajahan di Indonesia. VOC saat itu berfokus kepada Ternate, Tidore, dan Kepulauan Banda. Terdapat dua alasan kenapa VOC berfolkus kepada ketiga lokasi tersebut. Alasan pertama disebabkan pada ketiga daerah tersebut dapat tumbuh cengkeh, pala, dan bunga pala yang merupakan rempah yang sangat dicari. Alasan kedua karena ketiga lokasi tersebut merupakan pulai kecil yang sangat terisolasi dari pulau lainnya sehingga VOC dapat mengambil kontrol dengan mudah tanpa banyak perlawanan. Dominasi VOC di dunia perdagangan makin mengkuat dengan berhasilnya diusir Portugis dari Malaka pada tahun 1641.

Kekejaman yang dilakukan negara-negara Eropa pada masa kolonialisme didasarkan pada pemahaman bahwa kekayaan lebih penting dibandingkan nyawa manusia. Tentu saja pandangan tersebut dahulu juga dipengaruhi persepsi bahwa manusia yang bukan satu ras memiliki tingkatan yang lebih rendah namun motivasi utama dalam kekejaman tersebut tidak bisa disangkal adalah kekayaan. Didorong oleh keinginan untuk menjadi kaya, manusia dapat membenarkan perbuatan apa saja bahkan walau perbuatan tersebut melanggar moral. Pendidikan mengenai penjajahan diperlukan bukan hanya untuk mengingat sejarah, bukan hanya untuk menumbuhkan jiwa patriotisme pada pemuda, namun juga untuk menanamkan nilai moral pada pemuda. Pemuda terutama mereka yang berambisius perlu menyadari bahwa hak hidup dan kesejahteraan manusia lebih penting dari kekayaan.

Perbudakan merupakan puncak perwujudan dari pemahaman yang mengutamakan kekayaan dibandingkan hak hidup dan kesejahteraan manusia. Budak-budak dipaksa untuk melakukan pekerjaan dengan bayaran yang tidak setimpal dan dalam beberapa kasus bahkan tidak mendapatkan bayaran sama sekali. Jika budak melakukan pekerjaan dengan lamban disebabkan kondisi kerja yang tidak layak atau masalah kesehatan, budak tersebut akan mendapatkan hukuman yang normalnya berupa kekerasan. Paling kasihan adalah anak-anak yang terlahir dalam perbudakan, mereka tidak mengetahui cara kerja dunia dan sejak lahir mereka diberi ajaran bahwa mereka memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan manusia pada normalnya.

 

Mengenal Lebih Jauh Bunga Pekak

Star anise (Illicium verum) atau biasa kita lebih kenal dengan nama bunga pekak adalah rempah yang berasal dari China dan Vietnam (Peter, K. V. 2001). Di India, bunga pekak disebut sebagai badian. Bunga pekak adalah bagian dari famili magnolia. Pohon bungapekak memunculkan buah setelah 6 tahun dan dapat menghasilkan terus hingga 100 tahun. Bunga pekak kering yang utuh dapat disimpan selamanya. Bunga pekak normalnya dikeringkan dan penampilannya sangat khas dengan 8 poin yang seperti bintang. Untuk membuat bubuk bunga pekak, bunga pekak secara keselurhan harus dilumatkan namun karena sifat bunga pekak kering yang keras, lebih mudah untuk membeli bunga pekak yang sudah bubuk daripada membuat bubuk bunga pekak sendiri menggunakan cobek dan ulekan.

 

star anise article hero copy

Gambar 3. Bunga Pekak (Sumber: mccormick.com)

 

Di China, bunga pekak digunakan dalam pembuatan bubuk lima rempah atau ngohiong yang biasanya dipakai untuk membumbui daging dan ikan. Makanan tradisional China yang menggunakan metode rebus juga dibumbui dengan bubuk lima rempah. Bubuk lima rempah terdiri dari kayu manis, bunga pekak, merica hitam, cengkeh, dan adas.  Peter (2001) memaparkan bahwa komposisi dari kelima rempah untuk membuat bubuk lima rempah adalah sebagai berikut:

Bubuk kayu manis  25–50%

Bubuk bunga pekak  10–25%

Bubuk adas 10–25%

Bubuk lada hitam 10–25%

Bubuk cengkeh 10–25%

Selain digunakan dalam bubuk lima rempah, bunga pekak memiliki kegunaan lainnya. Teh bunga pekak dapat digunakan untuk mengatasi sakit tenggorokan. Bunga pekak termasuk dalam stimulan dan terkadang digunakan sebagai antiseptik. Bunga pekak dapat memperlancar urin dan jika dikunyah di mulut dapat membuat nafas menjadi segar karena rasa kuatnya yang menempel di lidah.  Bubuk bunga pekak digunakan untuk bahan bubuk kari. Bentuk utuh bunga pekak digunakan dalam memasak nasi biryani, memberi rasa pada kuah mi Vietnam yaitu pho, dan oleh masayrakat China digunakan untuk menggoreng ayam dengan bunga pekak dimasukan ke bagian dalam ayam sebelum digoreng. Bunga pekak dipakai juga sebagai perasa pada alkohol anisette.

Bunga pekak memiliki banyak fungsi namun yang paling dikenal adalah fungsinya sebagai rempah untuk memberikan rasa pada makanan. Rasa kuat dari bunga pekak adalah ciri khasnya dan dapat membuat beberapa orang menjauhi rempah ini.  Rasa khas dari bunga pekak sudah menjadi ciri dari kari Asia yang menggunakan banyak bumbu dan rempah. Rasa khas dari makanan tradisional harus selalu dijaga sebagai tugas kita yang mewarisi pengetahuan kakek dan nenek moyang.

 

Aplikasi Bunga Pekak sebagai Minyak Bunga Pekak

Bunga pekak dapat juga dipakai dalam bentuk minyak. Minyak bunga pekak (Illicium verum Hook f) seringkali susah dibedakan dengan minyak adas manis (P. anisum). Dalam dunia kuliner, minyak adas manis dinilai lebih unggul dibandingkan minyak bunga pekak karena minyak bunga pekak memiliki aroma khas yang kuat. Anise oil dapat merujuk kepada kedua minyak namun kini dispesifikasikan bahwa anise oil adalah minyak adas manis untuk perlindungan terhadap konsumen yang tidak tahan dengan bau minyak bunga pekak. Yu  dan Wang (2021) memaparkan bahwa 50 senyawa yang biasa ditemukan pada minyak bunga pekak yaitu: α-pinene, β-pinene, sabinene, δ-3-carene, β-myrcene, α-phellandrene, limonene, 1,4-cineole, 1,8-cineole, linalool, trans-α-bergamotene, terpinen-1-ol, β-phellandrene, terpinen-4-ol, α-caryophyllene (humulene), β-caryophyllene, p-anisaldehyde, α-terpinene, γ-terpinene, α-terpineol, β-terpineol, γ-terpineol, terpinolene, geraniol, cis-anethole, trans-anethole, foeniculin, camphene, cyperene, p-cymene, cis-β-ocimene, trans-β-ocimene, cis-linalool oxide, borneol, β-elemene, geranyl acetate, p-anisic acid methyl ester, α-copaene, α-farnesene, trans-β-farnesene, β-bisabolene, estragole, δ-cadinene, α-cubebene, anisylacetone, α-muurolene, carryophyllene oxide, trans-chalcone, 4-methoxy-benzaldehyde.

Dalam penelitian yang dilakukan Yu  dan Wang (2021), mereka membuat review atas penelitian yang sudah ada mengenai fungsi antifungi dan antioksidan pada minyak bunga pekak. Aktivitas antifungi difokuskan kepada spesies Aspergillus dan genus Fusarium yang merupakan jenis jamur yang sering ditemukan pada makanan berjamur. Senyawa, trans-anethole yang dapat ditemukan pada bunga pekak secara umum memiliki fungsi antijamur dan antioksidan. Namun, perlu diteliti lebih lanjut mengenai konsentrasi minyak bunga pekak dalam penggunaan di makanan sebagai pengawet alami karena minyak bunga pekak pada konsentrasi tinggi dapat menyebabkan hepatoksisitas. Patra dkk (2020) juga memberitahu dalam review-nya bahwa bunga pekak mempunyai efek antiviral disebabkan senyawa shikimic acid yang digunakan dalam obat antiflu oseltamivir.

 

Daftar Pustaka

Cillia, G. D. 2020. Spices, Exotic Substances and Intercontinental Exchanges in Early Modern Times. Università Ca’ Foscari Venezia.

Fahira, A. J., Agmasari, S. (2022). Apa itu Bumbu Ngohiong, Bumbu Khas dalam Masakan China? Link akses: https://www.kompas.com/food/read/2022/09/15/193200975/apa-itu-bumbu-ngohiong-bumbu-khas-dalam-masakan-china-.

Government of Western Australia. VOC – United Dutch East India Company: Spices and the riches of Asia. Link akses: https://museum.wa.gov.au/explore/dirk-hartog/voc-united-dutch-east-india-company.

Lakhsmi, P., Sutton, J. (2016). The Encyclopedia of Spices and Herbs. HarperCollins Publishers LLC.

Mccormick Kitchens. (2025). About Star Anise: Uses, Pairings, and Recipes. Link akses: https://www.mccormick.com/blogs/how-to/about-star-anise-uses-pairings-and-recipes.

Nurdyansa. (2025). Biografi Vasco da Gama – Penjelajah Dunia. Link akses: https://www.biografiku.com/biografi-vasco-da-gama/#google_vignette.

Patra, J. K., Das, G., Bose, S., Banerjee, S., Vishnuprasad, C. N., del Pilar Rodriguez‐Torres, M., & Shin, H. S. (2020). Star anise (Illicium verum): Chemical compounds, antiviral properties, and clinical relevance. Phytotherapy Research34(6), 1248-1267.

Peter, K. V. (2001). Handbook of Herbs and Spices. Woodhead Publishing Limited.

Wikipedia. Cape Route. Link akses: https://en.wikipedia.org/wiki/Cape_Route.

Yu, C., Zhang, J., & Wang, T. (2021). Star anise essential oil: chemical compounds, antifungal and antioxidant activities: a review. Journal of Essential Oil Research33(1), 1-22.