BAHAYA TERSEMBUNYI DI BALIK BULLYING DI SEKOLAH

Bullying atau perundungan  di sekolah merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di lingkungan pendidikan. Banyak orang menganggap tindakan seperti ejekan, olokan, atau candaan berlebihan sebagai hal biasa dalam pergaulan siswa. Padahal,  tanpa disadari perilaku tersebut dapat berkembang menjadi tindakan bullying yang berdampak serius.

Di balik tindakan yang sepele, bullying menyimpan bahaya tersembunyi yang dapat memengaruhi kondisi mental, emosional, dan perkembangan seorang siswa. Korban bullying sering kali mengalami tekanan batin yang tidak terlihat oleh orang lain, sehingga masalah ini kerap diabaikan.

Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa bullying bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Artikel ini akan membahas berbagai bahaya tersembunyi di balik bullying di sekolah serta pentingnya peran semua pihak dalam mencegahnya.

 

 

whatsapp image 2026 04 23 at 09.09.36 (1)

 

Apa itu Bullying ?

Christofora K dalam bukunya, mengenal jenis bullying dan bagaimana mencegahnya, mengartikan bullying sebagai tindakan atau perilaku yang dilakukan dengan cara melukai fisik, verbal, atau psikologis korban. Hal ini dilakukan oleh individu atau kelompok.

Secara bahasa, bullying berasal dari bahasa inggris bull yang berarti banteng. Sedangkan  pelakunya disebut bully.  bullying dalam bahasa indonesia disebut “menyakat” yang berati mengusik, menganggu, dan menghalangi orang lain.

 

Jenis-jenis Bullying dan Contohnya

Menurut  Christofora K dalam bukunya, ada lima jenis- jenis bullying diantara nya adalah sebagai berikut.

  1. Bullying Fisik

Bullying dalam bentuk fisik adalah tindakan bullying yang paling mudah terlihat dan mudah diidentifikasi karena melibatkan kontak fisik langsung antara pelaku dan korban. Namun, meskipun jumlah insiden lebih sedkit dibandingkan dengan bentuk bullying lainnya seperti verbal atau sosial, dampak dari tindakan tersebut bisa sangat merusak. Remaja yang sering melakukan bullying fisik cenderung memiliki masalah  perilaku yang lebih serius dan rentan untuk terlibat dalam tindakan kriminal lebih lanjut di kemudian hari. Contoh dari bullying fisik itu seperti memukul, menendang, menampar, mencekik, menggigit, menggaaruk, meludah, merusak atau menghancurkan barang-barang milik korban, dan tindakan lainnya yang bertujuan untuk menyakiti atau merendahkan korban.

 

  1. Bullying Verbal

Bullying dalam bentuk verbal adalah salah satu salah satu bentuk bullying yang paling sering terjadi dan mudah terllihat. Tindakan bullying verbal dapat menyakiti korban dan memberikan dampak psikologis yang signifikan pada korban. Contoh dari tindakan bullying secara verbal adalah memberikan nama panggilan yang merendahkan, mencela, memfitnah, memberikan kritik yang kejam, menghina, melakukan pernyataan pelecehan seksual, melakukan teror, membuat tuduhan palsu, memberikan tuduhan yang kejam dan salah, menyebarkan gosip, dan tindakan verbal lainnya yang bertujuan merendahkan korban.

 

  1. Bullying Relasional

Bullying dalam bentuk relasional merupakan bentuk bullying yang lebih sulit dideteksi dari luar karena tidak melibatkan fisik atau kata-kata kasar seperti bullying pada fisik atau verbal. Nah bentuk bullying ini dilakukan dengan cara memutus hubungan sosial seseorang dengan tujuan melemahkan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan, atau penghindaran. Contohnya seperti mencomooh, pandangan agresif, pandangan mata yang menghina, mencemooh tawa dan mengejek bahasa tubuh.

 

  1. Cybberbullying

Cyberbullying adalah bentuk bullying yang dilakukan melalui media digital seperti media sosial, pesan singkat, atau platform online lainnya. Berbeda dengan bullying biasa, cyberbullying bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga korban sulit untuk menghindarinya. Selain itu, dampaknya juga bisa lebih luas karena informasi yang disebarkan di internet dapat dengan cepat tersebar ke banyak orang. Contoh cyberbullying antara lain mengirim pesan hinaan atau ancaman melalui chat, memberikan komentar jahat di media sosial, menyebarkan foto atau video yang memalukan, hingga membuat akun palsu untuk menjatuhkan seseorang.

 

  1. Bullying Sosial

bullying sosial merupakan tindakan menyakiti orang lain dengan cara merusak hubungan sosial atau mengucilkan korban dari lingkungan pergaulan. Bentuk bullying ini sering kali tidak terlihat secara langsung, tetapi dampaknya sangat besar bagi korban. Korban bisa merasa diabaikan, tidak dihargai, dan kehilangan rasa percaya diri. Contoh bullying sosial misalnya mengajak teman-teman lain untuk menjauhi seseorang, tidak mengikutsertakan seseorang dalam kegiatan kelompok, menyebarkan gosip atau rumor, serta mempermalukan seseorang di depan orang lain.

Ayo kenali beberapa jenis-jenis bullying dan apa saja contohnya, bila perlu kita harus melapor pada pihak sekolah, dan keluarga apabila ada ciri- ciri bullying yang terjadi baik di sekitar kita seperti keluarga ataupun eksternal lingkungan luar.

 

Dampak Bullying di Sekolah bagi Korban

Salah satu yang menjadi perhatian soal bullying di sekolah adalah dampak negatif yang bisa terjadi pada korban, baik yang langsung maupun dalam jangka panjang. Berikut adalah beberapa masalah yang bisa terjadi pada korban akibat bullying yang dialaminya.

  1. Mengalami Ketakutan dan Kecemasan

Bagi korban, akibat bullying pada jangka pendek, yaitu rasa ketakutan dan kecemasan. Saat anak jadi korban bullying (perundungan) di sekolah, ia bisa merasa takut pergi kesekolah. Ketika sudah di sekolah, ia kerap takut menggunakan kamar mandi, naik kendaraan umum, atau berjalan sendiri di lorong sekolah.

Jika perundungan ini terus terjadi, anak bisa jadi tidak ingin pergi kesekolah dan mengikuti segala kegiatan yang berhubungan dengan sekolahnya, seperti field trif atau kunjungan lapangan.

 

  1. Kehilangan kepercayaan diri

Akibat intimidasi yang diterimanya, anak-anak sering merasa tidak sebaik orang yang menindas mereka dalam berbagai aspek. Ia juga merasa dirinya buruk dan tidak pantas untuk melakukan berbagai hal. Hal ini kerap membuat anak kehilangan kepercayaan diri terhadap kemampuannya. Ia merasa ragu dan tak yakin untuk mencoba hal-hal baru. Adapun hal ini dapat berpengaruh hingga ia nanti dewasa. Tentu saja pengalaman buruk tersebut akan berdampak pada harga diri yang rendah.

  1. Mengisolisasi Diri

Dampak bullying di sekolah tidak hanya dirasakan korban itu sendiri, tetapi juga secara sosialnya. Perundungan yang di terima korban bullying sering membuatnya merasa ditolak dan dibuang oleh lingkungan sosialnya. Akibatnya, anak lebih memilih untuk mengisolasi diri dari temen atau anggota keluarganya. Bukan Cuma itu, adanya bullying di sekolah juga menciptakan lingkungan yang toxic,dimana anak dianggap lemah akan terus menjadi sasaran intimidasi dan dikucilkan.

 

  1. Memicu Gangguan Mental

Dampak negatif bullying bagi korban juga termasuk memicu gangguan mental pada anak, termasuk remaja. Akibat dari pembulian itu juga korban  bullying lebih mungkin mengalami depresi, gangguan kecemasan, gannguan makan, bahkan hingga post-traumatic stress disorder atau PTSD pada anak.

Pada kasus yang ekstrem,tindakan menyakiti diri sendiri atau bahkan bunuh diri pada anak remaja bisa terjadi. Ia juga lebih mungkin melakukan pembalasan dengan kekerasan.

Nah itulah beberapa dampak yang bisa terjadi kepada korban dari pelaku pembulian makanya kita harus memahami dan memperhatikan  setiap gerakan apapun yang dilakukan oleh anak-anak, baik dari segi perubahan fisik atau mentalnya.

 

Dampak Bullying di Sekolah bagi Pelaku

Selain membawa dampak yang serius bagi korban, perundungan juga menciptakan konsekuensi yang kompleks bagi para pelakunya. Ironisnya, banyak dari para pelaku ini tidak menyadari betapa beratnya dampak psikologis yang timbul dari tindakan perundungan yang mereka lakukan.

 

Berikut adalah beberapa dampak yang terkait dengan perilaku perundungan bagi para pelaku:

  1. Terbiasa dengan Perilaku Implusif

Salah satu dampak yang mencolok dari perilaku perundungan adalah kecenderungan pelaku untuk berperilaku secara implusif. Mereka seringkali tidak mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang dari tindakan mereka, lebih memprioritaskan emosi sesaat. Misalnya, ketika mereka melakukan perundungan, sering kali mereka tidak memikirkan bagaimana tindakan tersebut akan mempengaruhi kesejahteraan psikologis korban, atau hubungan interpersonal mereka dimasa depan.

 

  1. Berkurangnya Kemampuan Empati

Dampak dari perundungan juga termanifestasi dalam penurunan kemampuan empati para pelaku. Perilaku perundungan, terutama yang bersifat verbal, seringkali melibatkan pengurangan sensitivitas terhadap perasaan dan pengalaman emosional korban. Para pelaku cenderung menjadi kurang peduli dengan penderitaan orang lain dan lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan atau kepuasan pribadi mereka sendiri.

  1. Prestasi Akademik yang Menurun

Dampak yang selanjutnya adalah menurunya nilai akademik dikarenakan absen atau putus sekolah akibat penangguhan yang diterimanya atau telah menyadari perbuatannya.

 

  1. Mendapat Label Negatif dari Lingkungan Sekolah

Selain dampak internal yang mereka hadapi, para pelaku perundungan juga seringkali menghadapi  stigma sosial dari masyarakat sekitar mereka. Mereka mungkin dianggap sebagai individu yang mengganggu ketertiban sosial, kurangnya empati, atau bahkan berpotensi berbahaya bagi lingkungan mereka. Akibatnya, mereka mungkin sulit untuk membangun hubungan yang sehat dan mendapatkan dukungan sosial yang dibutuhkan untuk  pertumbuhan dan pemulihan.

Nah itulah bebrapa yang akan berdampak pada pelaku bullying atau perundungan di sekolah, nah maka dari itu kita harus selalu mengarahkan dan mencerminkan bagaimana agar tidak menjadi pelaku perundungan bagi generasi.

 

Peran Lingkungan Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat

Keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah bullying.

  • Keluarga sebagai lingkungan pertama anak harus menciptakan komunikasi yang positif, penuh empati, dan saling menghargai. Orang tua perlu menjadi pendengar yang baik, memberikan perhatian, serta mengajarkan anak cara menyelesaikan masalah dengan bijak.
  • Sementara itu, sekolah berperan dalam membentuk karakter, mencegah terjadinya bullying, dan memantau perkembangan siswa. Guru diharapkan mampu menanamkan rasa empati serta mengarahkan siswa ke hal-hal yang positif.
  • Di sisi lain, masyarakat juga berperan dalam mendukung pencegahan bullying melalui pengawasan, pembinaan, dan kerja sama dengan pihak sekolah.

 

Upaya Mencegah  Bullying di Sekolah Menurut Psikolog  

Kasus perundungan atau bullying di sekolah masih menjadi isu serius di berbagai daerah. Bullying tidak hanya berdampak pada kondisi emosional dan mental anak, tapi juga mempengaruhi prestasi, kepercayaan diri, dan kualitas hubungan sosial mereka di sekolah. Oleh karena itu, upaya pencegahan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Psikolog Grace Eugenia Sameve, M.A., M.Psi., Psikolog menuturkan, pencegahan bullying harus menjadi tanggung jawab bersama atara sekolah, guru, orangtua, dan seluruh lingkup pendidikan.

Berikut beberapa pencegahan yang bisa dilakukan sekolah  dan orang tua secara kolaboratif

  1. Membangun Budaya Positif di Lingkungan Sekolah

Pencegahan bullying dimulai dengan membangun budaya positif di lingkungan sekolah. Menurut Grace, sekolah perlu menanamkan perilaku saling menghargai, empati, dan sikap terbuka di antara siswa maupun guru.

 

  1. Meneydiakan Sistem Pelaporan dan Penaganan Bullying yang Jelas

Sarana pengaduan yang aman dan objektif yang sangat penting dalam mencegah perundungan. Anak sering kali takut melapor karena khawatir dianggap mengadu atau mendapatkan balasan dari pelaku. Maka dari itu, sekolah perlu menyediakan mekanisme pelaporan yang mudah, rahsia, dan responsif. Nah sistem ini dapat berupa kotak aduan, layanan konseling, hotline sekolah, atau laporan langsung ke guru pendamping yang bertugas.

 

  1. Memperkuat Kolaborasi antara Sekolah dan Orangtua

Pencegahan bullying akan lebih efektif jika sekolah dan orang tua memiliki komunikasi yang baik dan saling percaya. Kolaborasi ini dapat dilakukan melalui pertemuan rutin, diskusi antara guru dan orang tua, serta kegiatan bersama. Dengan komunikasi yang terbuka, masalah dapat lebih cepat dikenali dan ditangani, sehingga tercipta lingkungan yang aman bagi siswa.

 

  1. Mengedukasi Guru dan Siswa Mengenai Dampak Bullying

Edukasi tentang dampak bullying perlu dilakukan secara berkelanjutan. Siswa perlu memahami bahwa bullying bukan hal sepele karena dapat menimbulkan dampak jangka panjang. Sementara itu, guru perlu dibekali kemampuan untuk mendeteksi dan menangani bullying dengan tepat. Dengan edukasi yang baik, seluruh warga sekolah dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Nah inilah beberapa yang bisa dilakukan untuk pencegahan bullying baik di lingkungan internal yaitu kelurga dan lingkungan eksternal yaitu sekolah dan lingkungan sekitarnya.

 

Kesimpulan          

Bullying di sekolah merupakan permasalahan serius yang sering dianggap sepele, padahal memiliki bahaya tersembunyi yang berdampak besar bagi korban maupun pelaku. Korban dapat mengalami gangguan mental, kehilangan kepercayaan diri, hingga menarik diri dari lingkungan sosial, sementara pelaku berisiko mengembangkan perilaku negatif dan kurangnya empati. Oleh karena itu, bullying tidak boleh diabaikan dan harus ditangani dengan serius.

Upaya pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama oleh keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dengan membangun komunikasi yang baik, menanamkan nilai empati, serta menciptakan lingkungan yang aman dan suportif, tindakan bullying dapat diminimalisir. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi tempat yang nyaman bagi siswa untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik tanpa rasa takut.

 

Daftar Pustaka

Detik.com. (2023). Apa itu bullying: jenis, penyebab, dampak, cara mencegah dan contohnya. Diakses dari:

https://www.detik.com/jogja/berita/d-8220383/apa-itu-bullying-ini-jenis-penyebab-dampak-cara-mencegah-dan-contohnya⁠

Google Books. (n.d.). Mengenal jenis-jenis bullying dan bagaimana mengatasinya. Diakses dari:

https://books.google.co.id/books/about/Mengenal_Jenis_Jenis_Bullying_dan_Bagaim.html?id=zAMNEQAAQBAJ&redir_esc=y⁠

Hello Sehat. (n.d.). Dampak bullying pada remaja. Di akses dari:

https://hellosehat.com/parenting/remaja/kesehatan-mental-remaja/dampak-bullying/⁠

Alodokter. (n.d.). 6 dampak bullying bagi pelaku dalam kehidupan sehari-hari. Diakses dari:

https://www.alodokter.com/6-dampak-bullying-bagi-pelaku-dalam-kehidupan-sehari-hari

Liputan6.com. (2024). 12 dampak bullying bagi korban dan pelaku, ketahui penyebab dan cara mengatasinya. Diakses dari :

https://www.liputan6.com/hot/read/5580178/12-dampak-bullying-bagi-korban-dan-pelaku-ketahui-penyebab-dan-cara-mengatasinya

Rahma.id. (n.d.). Mencegah bullying: peran penting keluarga, sekolah dan masyarakat. Diakses dari :

https://rahma.id/mencegah-bullying-peran-penting-keluarga-sekolah-dan-masyarakat/⁠

Kompas.com. (2025).  cara cegah bullying di lingkup sekolah menurut psikolog. Diakses dari: ⁠https://lifestyle.kompas.com/read/2025/11/19/183500520/5-cara-cegah-bullying-di-lingkup-sekolah-menurut-psikolog